Welcome to our online store

History Liga Indonesia

Starting Eleven Persib LI 1994-1995 asuhan Indra M. Thohir
Hai guys, selamat malam ...  Apa kabar malam minggu nya ...   nu puguh mah rame jojorowokannya  
Dan untuk Bobotoh yang lagi tour Solo ,Hati-hati dalam Perjalan pulangnya semoga selamat dan bisa berkumpul bersama keluarga tercinta lagi , sama si dia juga   Selamat juga untuk kemenangan Persib , Lolos 4 Besar Dan sugan we juara deui   amien... 

Kesampingkan dulu euforia nya, karena di Postingan saya kali ini saya tidak akan membahas kemenangan Persib atas Mitra Kukar yang berkesudahan 3-2 tadi Namun disini saya masih ingin flashback tentang Persib di masa silam. Kali ini saya ingin sedikit berbagi tentang Perjalanan Persib mengarungi Liga Indonesia setelah era Perserikatan.  




Baikalah saya akan mulai dari pertengahan dekade 90an, Ketika pada musim 1994/1995, PSSI memutuskan menggabungkan kedua kompetisi sepak bola di tanah air yaitu Perserikatan (amatir) dan Galatama (semiprofesional) yang kala itu bersebrangan .. kaya ISL sama LPI gening   PSSI pun membuka keran bagi pemain asing untuk bisa bermain di Bumi Pertiwi. Sebanyak 34 tim, terdiri dari 16 eks Galatama dan 18 eks Perserikatan, tampil dalam kompetisi bernama resmi Liga Indonesia (LI).Namun meskipun PSSI sudah membuka pintu bagi club yang ingin memakai jasa pemain asing, Persib enggan untuk merekrut satu pemain asing pun alias 100% memakai jasa pemain lokal , Tapi meskipun hanya memakai pemain lokal Dominasi Persib terlihat jelas ketika puncaknya  pada 30 Juli 1995 , Persib Berhsil masuk Final dan akhirnya kembali menorehkan sejarah dengan menjuarai LI jilid pertama,  setelah Sutiono Lamso menjebol gawang Petrokimia Putra pada menit 76. Hingga pertandingan usai, Petrokimia Putra gagal membuat gol balasan, yang membuat ribuan bobotoh berpesta pora di Stadion Utama Senayan Jakarta. Pesta serupa juga terjadi di Bandung dan seantero Jawa Barat. (sayang saya belum lahir)   Berkat keberhasilannya menjadi juara LI, Persib menjadi wakil Indonesia di kancah Piala Champions Asia. 

Di ajang ini, Persib sukses mencapai babak perempat final Wilayah Timur, salah satunya dengan menyingkirkan juara bertahan, Bangkok Bank (Thailand), di babak penyisihan namun harus kandas pada perempatfinal.  

Berlanjut ke musim berikutnya 1995/1996 Persib gagal mempertahankan Gelarnya , dan begitupun musim 1996/1997 Persib tak mampu menyaingi Rival satu kotanya yaitu Bandung Raya.Memasuki musim 1997/1998 banyak perubahan yang mulai terasa di kubu maung bandung ,yang dulunya selalu memakai produk asli binaan Persib kali ini pengurus mulai merubah kebiasaan itu, ketika dua pemain PSMS Medan, M. Halim (kiper) dan Khair Rifo, striker Bandung Raya, Peri Sandria dan Surya Lesmana, gelandang asal Persijatim Jakarta Timur, Iskandar dan mantan striker Petrokimia Putra dan Barito Putra, Gatot Indra di datangkan.Namun hasilnya kurang positif ,posisi sang pelatih Nandar pun terancam. Bahkan, ratusan bobotoh sempat menghadiahkan karangan bunga kematian buat Nandar.   

Beruntung untuk coach Nandar , karena pada karena pada 25 Mei 1998 PSSI menghentikan kompetisi lantaran kerusuhan sosial yang menimpa Bumi Petiwi.

Next ke musim beriktnya  Liga Indonesia 1998-1999 Persib mengalami keterpurukan dan harus kehilangan tempat di jajaran elit sepak bola nasional. Persib yang tergabung di Wilayah Barat Grup B nyaris terlempar ke Divisi I.Persib masih bisa menghindari degradasi setelah mencatat kemenangan 3-1 atas Persita Tangerang di Stadion Benteng, Tangerang, 7 Februari 1999. Meski pada partai terakhir kembali kalah 1-3 dari Persija di Stadion Siliwangi, Persib tetap selamat dan tiket degradasi menjadi milik Persita, salamet keneh Guys .   


Liga Indonesia 1999-2000 ada kejadian diluar kebiasaan Persib yang tak pernah mengganti pelatih dalam satu musim. Karena ketka itu sang pelatih Suryamin mengundurkan diri manajemen pun langsung memilih Coach Indra Thohir sebagai gantinya . Inilah kejadian pertama kali pengurus Persib melakukan pergantian pelatih di tengah jalan sepanjang sejarah perjalanan LI. Dan Di akhir kompetisi reguler Wilayah Barat, Persib berhasil finish di posisi 8. 
Indra M. Thohir

Memasuki Liga Indonesia 2001 kursi kepelatihan masih di komandoi si engkong alias abah thohir dan Hasilnya Persib berhasil merangsek naik kembali ke jajaran elit sepak bola nasional walaupun hanya bisa sampai ke babak 8 besar ,karena sial persib harus gagal berangkat ke senayan dan merelakan tiket itu ke Persebaya Surabaya .

Sepertinya cukup dulu sampai 2001 guys, Karena mata saya udah cukup ngantuk,Otak saya juga udah ada di kasur dan tangan saya udah pabelit mencet keyboard   so, saya lanjutin di postingan berikutnya yaa ... See you next post 

Related Product :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. THOO GBLOG - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger